Saturday, April 10, 2010

pemilik warung

Nih cerita gue......waktu itu gue kemalaman disebuah jalan didaerah Jawa Timur, gue baru pulang dari Lamongan dan waktu gue kemalaman dijalan itu ada warung pinggir jalan (warungnya agak kecil, gue nggak mau kasih tahu, soalnya cuma buat gue sendiri, elu2 cuma boleh numpang ngaceng aja). Akhirnya gue putusin buat mampir diwarung itu buat mnum kopi, waktu itu sekitar jam 7 malam, dan ada 3 orang laki2 didalam warung itu, semuanya sedang makan. Sedangkan pemilik warung seorang wanita yang umurnya kira2 40 tahunan, eh ada ceweknya manis banget, umurnya belakangan gue tahu, 18 tahun. Tapi tuh cewek bodinya oke banget, do'i pake rok warna merah tua dan kaos oblong putih. Roknya kekecilan sehingga tuh pantat mancung banget, toketnya apalagi....didadanya kebayang bh warna hitam, badan gue jadi panas banget. Belakangan gue denger nyokapnya atau apalah manggil do'i dengan sebutan Ati. Diem2 gue mergokin do'i ngelirik ke gue terus, badan gue makin panas dah. Sementara laki2 lainnya pada godain pemilik warung, setelah gue perhatiin emang boljug, biar udah stw tapi bodinya padat banget, apalagi pakai kebaya ketat begitu, toketnya gede banget, pokonya gede deh, pantatnya juga bahenol, tapi gue lebih nafsu sama anaknya (gue nggak tau anak atau bukan). Gue sih duduk diem2 aja sambil ngopi. "Kuehnya mas....." Wanita yang belakangan gue tau namanya Mina nawarin gue kueh sambil tersenyum genit. Sialan gue jadi perhatian orang2 diwarung itu. "Sombong si Mina, mentang2 ada yang muda" Tiba2 salah seorang dari laki2 disana nyeletuk. Si Mina monyongin mulutnya kearah laki2 itu. Gue mesem2 aja. "Payah dah.....udah kita jalan" Kata laki2 satunya lagi sambil membayar makanannya kepada Ati. Setelah itu mereka pergi semua, tinggal gue bertiga. Asyiiikkkk...... "Udah lama buka warungnya bu?" Gue mulai ngerapal. Si Ibu yg namanya Mina tersenyum manis. "Sudah 6 bulan mas......lumayan banyak langganan" Jawabnya. "Tapi sekarang kok sepi sih bu?" "Ah jangan panggil Ibu ah...jadi kedengarannya tua banget" "Habis?" "Panggil mbak aja ya.....dan ini keponakan saya, namanya Ati" Gue melirik ke Ati. Ati tersenyum manis banget kearah Gue. "Sekalian tempat tinggal?" Tanya gue lagi. "Iya....gini hari memang sudah agak sepi, biasanya sore2 baru ramai" Jawab Ati. Sementara mbak Mina duduk dibangku panjang disamping gue. "Suaminya kemana?" Gue mulai mancing. "Bude udah janda mas, janda kembang" Celetuk Ati sambil cekikikan. Wanita itu melotot. "Husss!!!" Sergah mbak Mina. "Emang kembang sih......" Gue pancing lagi. "Ah nggak kok....si Ati lebih cantik" "Iya....dua2nya kembang deh......bikin hati nggak keruan" Jawab gue. mbak Mina cekikikan. "Genit ah...." Sergahnya. Ati mengedipkan mata kearah gue. Gila juga nih, kok kayaknya ada kong kali kong? "Kok bilang gitu aja dikatain genit?" "Habis mas memang kelihatannya genit" Kata si Ati. Gue senyum2 aja, terus gue sodorin cangkir kopi yang udah kosong ke Ati. Cewek itu mengambilnya padahal gue tangan gue belon lepas dari cangkir, kadung aja gue remes tangannya. "Geniit aahh...." Ati berseru tertahan. "Kok?" "Habis remes2 tangan segala" Gue pikir Budenya marah, eh nggak taunya gue lihat die malah senyum2. "Masak kepegang aja dibilang genit?" protes gue. "Mas memang genit sih" Celetuk mbak Mina. Sementara si Ati kebelakang, mungkin nyuci atau apa, gue nggak tau deh. Gue keluarin rokok, tiba2 mbak Mina bangun terus menjulurkan tangannya kearah meja gue untuk mengambil piring bekas pisang goreng, waktu badannya membungkuk, toketnya persis menggantung didepan muka gue, gue makin kagum sama toket yang gede gitu, tapi kelihatannya masih keras banget. Gue lihat di balik kebayanya do'i pakai bh putih, belahan toketnya bangus banget, kayaknya do'i berlama2 beresin meja gue, soalnya sekarang gue lihat do'i pura2 beresin toples2 dan sekarang keteknya yang ada dimuka gue, terus nggak sengaja atau sengaja toketnya kena tangan gue waktu gue mau ngisap rokok gue. Tanggung deh, apa yg terjadi terjadilah....gue gosok aja toketnya pakai punggung tangan gue, do'i bergetar sedikit. "Nakal ya...." Bisiknya. Gue makin berani, gue rejeng aja toket do'i. Memang bener masih sekel banget. Dan remasan gue bikin do'i gelinjang dikit. "Sssshhhhh......" Do'i mendesis, matanya kayak orang stone. Gue terusin remes, ekarang gue pakai dua tangan, dan do'i makin mendesis, tangannya mencengkram pinggir meja kencang. Gue pindahin tangan kanan gue kepantatnya, gue remes2 pantatnya yang besar. Do'i meliuk2kan pantatnya kayak mau menghindar, tapi cengkraman gue lebih cepat. "Aduh nakal sekali tangannya.......aduh gila" Do'i kaget waktu mulutnya gue sosor, mulutnya terasa panas, lidah gue masuk kedalam mulutnya, do'i akhirnya mengeluarkan lidahnya juga, terus gue kenyot lidahnya, gantian, napas do'i memburu hebat, kontol gue udah ngaceng berat sampai sakit. "Udah ah.....didalam saja" Tiba2 do'i meronta, terus membenahi kebayanya, terus masuk kedalam, gue baru sadar dari tadi Ati lagi berdiri didepan ambang pintung yang memisahkan warungnya dengan bagian rumah tinggal. Cewek itu mesem2, yang bikin gue kaget, toket do'i diremes sama mbak Mia waktu mbak Mia masuk kedalam. Gue segera bangun terus berjalan mengikuti wanita itu, pas sampai didepan Ati tangan gue meremas bagian bawah perutnya. "Aawww......jahat sih" Ati menjerit manja. Gue lihat mbak Mina masuk kesalah satu kamar yang pakai pintu warna hijau dan kuning. Gue segera ikut masuk. "Mas mau sama Ati?" Tanya mbak Mia. Gue mengangguk. "Berapa?" Tanya gue. Mbak Mina senyum genit. "Dua ratus ribu" Jawab wanita itu. Mahal banget???? Tapi gue punya ide lain. "Sama mbka juga ya" Tawar gue. Wanita itu cekikikan. "Masak udah tua begini disuruh gituan?" Katanya, gue mesem2 aja. "Tapi kalo memang mau nggak apa2 deh, sama saya gratis aja, asal sama2 puas" Terus mbak Mina memanggil Ati, gue nggak mau tunggu Ati yang lagi tutup warung, gue langsung tomplok aja wanita bahenol itu. Mbak Mia cekikikan waktu mulut gue menjelajahi seluruh wajahnya, sementara tangan gue ngegerayangin seluruh tubuhnya. "Tolooong Ati...ada yang buas" Teriak wanita itu sambil menggeliat2kan badannya berusaha menghindar dari remasan tangan gue. Tangan kanan gue mengangkat sarungnya sehingga pahanya yang mulus putih itu terlihat, terus gue rogoh kedalam sarung yang sudah tersingkap itu, mulut do'i gue lumat, lidah kami membelit2 nggak keruan, ciuman do'i hebat banget. Tangan gue udah ketemu sama gundukan daging ditengah2 selangkangan, segera gue masukin jari2 gue kedalam memeknya, agak basah sedikit dan panas. "Aduh enaak Ati....cepat Atiiiii" Do'i mendesis keras. Gue tusuk2 terus memeknya dengan jari tengah dan telunjuk gue, kadang2 gue pijit2 itilnya yang gede. Gue bisa merasakan bibir memek do'i yang sudah menggelambir, tapi gue jadi makin nafsu. Tangan gue bergegas membuka seluruh kebayanya, sehingga sekarang Do'i cuma pakai BH putih dan cd coklat muda. Bulu ketek do'i lebat banget, gue langsung ciumin keteknya yang berbau harum, do'i kegelian sambil menjerit2, gue takut juga tetangga bisa tau. Tapi do'i bilang jarak rumah antar tetangga sekitar 300 meteran. Aman deh. Nggak lama kemudian Ati muncul, langsung gue tarik dan gue lumat mulutnya juga, sementara mbak Mina kayak kesetanan membuka pakaian gue. Cd gue ditarik keras, sehingga kontol gue yang udah ngaceng banget mencuat keluar. Langsung kontol gue dikocok2, gue lihat mbak Mia menjulurkan lidahnya dan menjilati lendir bening yang keluar dari ujung kontol gue. Biji peler gue dikenyot sama do'i dengan keras, gue merasa enak banget. Gue lumat mulut si Ati, tangan si Ati memijit2 puting tetek gue, aduh geli campur nikmat. Toket Ati dan mbak Mina gue remas bergantian, terus mbak Mia membuka bhnya sehinngga toketnya yang gede banget kayak loncat keluar dengan pentilnya yang super besar berwarna merah kehitaman. Si Ati bangun melepaskan pakainannya, sementara gue sodok kontol gue kedalam mulut mbak Mia. Wanita itu terlentang menerima sodokan kontol gue, mulutnya langsung mengikuti irama tusukan gue, kontol gue dikenyot abis, bulu kuduk gue merinding semua, sedotan do'i betul2 nggak ada duanya. Gue pompa terus kontol gue didalam mulutnya. Tiba2 gue menjerit keras, badan gua kejang semua, mbak Ati menekan pantat gue sehingga kontol gue masuk 3/4 kedalam mulutnya, lidah do'i membelit2 kepala kontol gua, gua langsung semprot semua air mani gua kedalam mulutnya. Do'i kenyot terus kontol gua sampai gue gemetaran. Gue nggak tahan, gue jatuhin kepala gue keselangkangannya, yang langsung kepala gue dijepit sama pahanya, pinggulnya bergerak2 menggosok2kan memeknya kemuka gue. Gue porotin cdnya, sekarang gue bisa mencium bau memek doi yang enak banget, agak2 berbau pesing, tapi gue nggak perduli, gue kenyot memeknya yang berjembut lebat banget, lidah gue menguak bibir memeknya yang lebar, gue sedot habis itilnya, do'i menjerit2, tapi gue nggak perduli, nggak lama kemudian si Ati minta dijilatin juga, langsung deh gue pindah kememeknya si Ati. Memek Ati kalah enak dibanding memek mbak Mia, soalnya lubang memeknya masih kecil, sehingga lidah gue enggak bisa masuk semua, itilnya juga kecil, kalo mbak Mia punya gede banget, lagian lobangnya udah lebar, sehingga gue bisa puas merasakan lendirnya. Si Ati berjongkok diatas muka gue, sementara mbak Mia mulai menuntun kontol gue kelubang memeknya. Blesss.....enak juga sih, gue heran juga biar lobang memeknya udah gede tapi kok kontol gue kayak dipijit2 didalam. Kontol gue belon ngaceng banget, tapi lumayan juga waktu didalam memeknya mbak Mia, pelan2 mulai joss lagi. Mbak Mia mengerang2 sambil memandang kegiatan gue menjilati memeknya Ati, sekalian lobang pantatnya juga gue kobel2 deh. Si Ati menjerit2 keenakan, do'i betul2 menikmati jilatan gue, pinggulnya meliuk2, kadang2 itilnya digosok2 kehidung gue, gue sih oke2 aja deh, lagian baunya juga enak sih. "Mas....mas.....aduh Mas.......aduh enak nih.....aaaa...a.aa.aa" Mbak Mia mengenjot kayak orang gila, sanggulnya lepas, sehingga rambutnya tergerai bebas, mulutnya monyong mendesis2, terus gue merasa memeknya diteken habis, sampe2 gue pinggang gue ngilu diteken gitu. Tangan mbak Mia menarik2 pentil tete gue, gue kegelian. tapi do'i terus mengenjot sampai tiba2 matanya berbalik putih, terus enjotannya diam, pinggulnya diulek2, do'i menyusupkan kepalanya ketoket gue, terus pentil toket gue disedot2, geli banget, bulu gue pada merinding, pinggul mbak Mia masih kadang2 tersentak, kontol gue masih terbenam dalam. "Gantian mbak...." Celetuk si Ati. Mbak Mina bangun membiarkan Ati yang duduk diatas badan gue, terus kontol gue yang masih tegang dituntun ke memeknya, bless....enak bener! Memek Ati masih peret banget, gue jadi semangat mengikuti enjotan cewek itu. Sementara Mbak Mina ngisepin pentil toket gua, gue sampe kegelian, tangan gue masuk kelobang memeknya, gue kobok2, basah banget. Terus ngak lama kemudian gue colok lobang pantatnya, Mbak Mina tersenyum genit sambil memandang gue, pinggulnya diayun2, sehingga telunjuk gue keluar masuk lobang pantatnya. Asik bener..... "Enak...." Desah Mbak Mina, si Ati juga mendesis2, nggak lama gue merasa mau meledak keenakan. "Mau keluarrrr....." Gue teriak. Sontak si Ati bangun terus kontol gue disosor masuk kedalam mulutnya. Seketika itu juga air mani gue meledak banyak, menyemprot2 hebat, si Ati tersentak2 kepalanya waktu gue ewein mulutnya, mbak Mina nggak mau kalah, dijilat2 air mani yang keluar dari sela2 mulut Ati. Gue merasa puas bener, terus mbak Mina nuntun gua ke kamar mandi, sampai disono gue masih dikerjain juga, tapi kali ini gue sodok aja lobang pantatnya, buset cing....rasanya heboh!!!

1 comment: